ADITUSOFT
ADITUSOFT
¥9750
Gratis Ongkos Kirim Dikirim dengan Cool Page
TEMPE Paket 30 Bungkus
¥1000
Dikirim dengan Cool Package
Ongkos Kirim 500 Yen
TEMPE Paket 3 Bungkus
¥1950
Dikirim dengan Cool Package
Ongkos Kirim 500 Yen
TEMPE Paket 6 Bungkus
¥2950
Dikirim dengan Cool Package
Ongkos Kirim 500 Yen
TEMPE Paket 9 Bungkus
¥3900
Dikirim dengan Cool Package
Ongkos Kirim 500 Yen
TEMPE Paket 12 Bungkus
¥3300
Ongkos kirim 500 Yen dengan Cool Package
Tempe Paket 10 Bungkus
SHOP : WARUNG ONLINE SENANG

Tentang Kami

Kami menerima pemesanan Tempe produksi Bapak Rustono, atau kami sebut Tempe Rustono. Tempe Rustono dibuat di Shiga, dekat Kyoto. Bp Rustono kerjasama dengan penghasil kedele di Jepang. Produksi Tempe dilakukan setiap hari sehingga bisa melayani pemesanan kapan saja.

Banyak orang Indonesia di Jepang bisa membuat Tempe, akan tetapi yang mampu membuat atau produksi tiap hari tidaklah banyak. Oleh karena itu kami berani kerja sama dalam pemasaran/pemesanan Tempe Rustono ini karena Kontinuitas Pembuatan.

Trimakasih
hb. sapto nugroho

WARUNG ONLINE SENANG
「ワルン・オンライン・スナング」について。

京都にあるテンぺ工場の商品を販売しております。インドネシア出身のルストノが日本の大豆を使用して、テンぺを製造しており、日本国内だけではなく、最近海外(カナダ)にも輸出しております。毎日の生産量は約3200個で、日本国内のデパート、レストラン、学校、病院など、様々な場所に納品しています。

お問い合わせ先:サプト ヌグロホ 


Siapa Rustono

Sekilas Kisah

Hallo, saya Rustono, seseorang yang berani membuat berbagai macam mimpi untuk masa depan. Dan mimpi terbesar dalam hidup saya adalah “MENDUNIAKAN TEMPE”.

Kebahagiaan yang saya rasakan saat ini, bermula pada 23 tahun silam saat saya masih bekerja di salah satu hotel di yogyakarta Jawa Tengah. Setiap hari bertemu warga negara asing yang menginap di hotel, saya kemudian bermimpi dapat menikahi perempuan dari negara lain. Alam semesta rupanya menerima “signal” apa yang saya dambakan. Pada suatu hari, bertemulah saya dengan seorang perempuan cantik asal negeri Sakura bernama Tsuruko Kuzumoto yang menginap di hotel tempat saya bekerja. Perkenalan itu berubah menjadi getaran cinta diantara kami, hingga terjalin hubungan jarak jauh selama satu tahun. Cinta kami akhirnya berlanjut ke pelaminan. Setelah menikah, saya putuskan untuk berhenti bekerja di hotel dan bermimpi jadi seorang pengusaha di Jepang. Saat saya mengutarakan keinginan tersebut, tak ada sedikitpun kesan meragukan dari istri terhadap saya. Padahal, kami sama sekali tak punya modal untuk memulai usaha (modalku hanyalah mimpi) dan saya sendiri tak tahu akan bisnis apa di Jepang, terlebih saya juga tak punya ilmu atau pengalaman jadi seorang pengusaha.



Rustono bersama istri

Tulisan tentang Rustono tersebar di berbagai media.